INDONESIA TANAH AIR SIAPA


Terkadang aku dapati gelak tawa di antara derai isak tangis.
Teracuh. Memilih untuk acuh. Disekap oleh ganas ambisi liar.
Sepenggal kisah dari reruntuhan puing-puing kejayaan masa silam.

Mimpi itu kembali nyata. Merobek jiwa. Mengubur asa.
Masa yang kembali berulang. Perih yang selalu terkenang.
Luka itu belumlah kering. Anyir nanah tetap menyisa di pelataran.

Dulu senjata teracung ke arah mereka. Kini ke wajahmu, sayangku.
Dahulu lengan kokoh merangkul. Kini kau tertindas.
Pentas para biadab unjuk pamer kekuatan.

Siul licik para pembual.
Menabur janji kemudian ingkar.
Hanya itu. Jerat yang kadang terulang.

Tanahku menghitam. Langitku tidak lagi biru.
Kadang dibebat kenangan. Saat rindu menyeruak. Riuh darah juang tumpah tidaklah sia-sia.
Masih terasa. Dulu.

Kini jamur racun ada di mana-mana.
Parasit penjaja virus.
Bukankah ini negeriku?

Teriris hati. Terkapar dihajar muslihat. Terbuai arus, disesal angan.
Borok itu kian menganga. Menunggu masa meregang nyawa.
Mungkin nanti. Atau esok. Tidak lama lagi.


                                                    SEKALI LAGI, BUKANKAH INI TANAHKU?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kata-kata adalah cerminan diri. Maka berkomentarlah dengan bijak.